Berhadapan dengan cinta yang tak pernah bisa ditebak,
Bernaung dengan mengabdi untuk terus berdiri diatas raganya,,
Berlomba-lomba tuk buat yang terbaik untuknya..
Entah itu memang ada atau palsu,
Bila ia bisa berteriak,dia pasti merintih dan menangis
Apa yang telah diperbuat oleh orang yang tak pernah akui ia hebat..
Padahal hidupnya bergantung pada nestapa..
Sangat sayang ia tak dapat menangis,
Padahal bila menangis pun ia rela,jiwa-jiwa busuk itu akan mati,,
Hanya kasihan dengan rasa dan terus menyindir ia pertahankan raganya,,,
‘
Tak jua satu jiwa menolongnya,bahkan banyak yang dengan bodoh terus merusaknya…
Dengan harapan kemajuan,raga bumi dicabik dan di rias dengan bahaya yang menanti…
Ada yang dapat merubah tatkala akan ada yang menetap,
Beramai-ramai ucapkan kata yang bahkan maknanya fana..
Sedang ia masih merintih memohon tuk berhenti
Apa ada yang mencoba tuk dengar?
Takut pada masa yang kelam atau terus mendekati kelam itu…
Bersyukur ia terus bersabar dengan segala kebodohan jiwa …
Dengan nyaniyan hujan ia merintih,….
